Prevalensi Depresi Pada Pasien Hemodialisa selama pandemi Covid-19
ABSTRAK
Latar Belakang : Terapi hemodialisis dilakukan pada pasien gagal ginjal kronis untuk membantu mengurangi gejala akibat penurunan fungsi ginjal. hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, ketakutan, hingga depresi. Dampak psikologis seperti depresi seringkali kurang diperhatikan oleh dokter atau perawat. Tingginya tingkat depresi akan mempengaruhi efektivitas proses terapi dan pengobatan pasien hingga dapat mengancam nyawa pasien. Tujuan: mengetahui prevalensi depresi pada pasien hemodialis selama pandemi COVID-19 di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien hemodialisis di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu, menggunakan teknik conscecutive sampling dengan sampel 99 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner hospital anxiety dan deppresion scale (HADS). Analisis data menggunakan analisa univariat dan tabulasi silang. Hasil: Responden yang mengalami depresi sedang/borderline abnormal adalah sebanyak 40,4%, diikuti dengan depresi normal 36,4%, dan depresi abnormal sebesar 23,2% Kesimpulan: mayoritas responden penelitian mengalami tingkat depresi sedang/ depresi borderline abnormal dan Prevalensi depresi pasien hemodialis di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu cukup tinggi yaitu 63,6%. Saran: hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang isu depresi pada pasien heamodialisis, sehingga dapat berguna bagi RS dan klinisi untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. institusi pelayanan memfasilitasi pemberian konseling pada pasien hemodialisis agar masalah psikologi pasien mudah di identifikasi dan segera teratasi.
Detail Information
Citation